Photo Booth

Jae (Day6) x Nayeon (Twice)

362 words.

*

“Sial, wajahku terpotong!” ucap Nayeon tidak percaya dengan hasil photo booth yang ia pegang.

Padahal ia dan 5 orang temannya sudah mengatur cara agar semua bisa tertangkap kamera. Ia juga merasa wajahnya masuk dalam kamera namun ternyata hasilnya sangat berbalik. Karena sekali masuk mendapat 4 kali foto dan hasil jadinya 2, mereka telah berfoto selama tiga kali agar semua dapat bagian.

Nayeon merasa ia menghamburkan uang untuk hal yang sia-sia.

“Bagaimana ini?” ia bertanya pada yang lain. Tentu saja mereka mentertawai dirinya, namun mereka juga kasihan. Nayeon menjadi sedikit kesal dan memberikan hasil foto miliknya pada Dahyun. Selagi yang lain sibuk membicarakan wajah mereka di dalam hasil foto, Nayeon hanya terdiam dan merasa terasingkan dibelakang mereka. Entah mengapa, ia juga merasa malu.

“Bagaimana kalau kita foto ulang saja?”

Nayeon mendongak dan mendapati Jae berada disampingnya. “Tidak usah, uangku habis,” jawabnya setelah kembali melihat ke aspal.

“Aku yang akan bayar.”

Mata gadis itu membulat. “Serius?”

Jae mengangguk dengan senyuman di wajahnya. Nayeon akhirnya bersemangat kembali dan berlari menuju tempat photobox sementara Jae membuntuti di belakangnya. “Tunggu, hanya kita berdua?” tanya Nayeon setelah duduk.

“Kalau terlalu banyak orang nanti kamu tidak kelihatan lagi dong?”

Nayeon bingung harus menjawab apa. Dia tidak tahu apakah Jae sedang modus atau ia memang merasa kasihan padanya sehingga ia melakukan ini. “Ayo, ini akan segera mulai!” suara Jae membawa Nayeon kembali kepada kenyataan.

Foto pertama, gadis itu sedang melongo, baru kembali dari pikiran-pikiran yang menghantuinya dan masih belum siap untuk berfoto. Sementara Jae terlihat bagus dengan senyuman lebarnya.

Foto kedua, Nayeon tersenyum dan Jae menjulurkan lidahnya.

Foto ketiga, Jae merangkul Nayeon dan gadis itu tersenyum lebar, kepala mereka nyaris bersentuhan.

Foto terakhir, Nayeon memegang tangan Jae yang berada di pundaknya dan tubuh mereka bersentuhan. Senyuman lebar menghiasi wajah mereka.

Setelah selesai, Jae melepas rangkulannya. Nayeon baru menyadari hal yang baru saja terjadi dan terkejut. “Jae?”

“Hm?” jawab laki-laki yang sedang tersenyum sambil mencorat-coret foto mereka sebelum di cetak.

“Kau melakukannya dengan sengaja, ya?”

“Well, wajahmu yang terpotong bukan bagian dari rencanaku tapi sisanya, iya.”

Wajah Nayeon memerah dan ia hanya bisa menatap sepatunya.

Jae menggenggam tangan Nayeon dan keduanya bertatapan. Laki-laki itu tersenyum dan mengatakan, “sekarang, kita pamerkan ini kepada yang lain!”

*

author’s note:

Cerita seadanya yang dibikin karena bosen. Aku sendiri nggak tau kenapa castnya mereka. Tapi cerita ini berdasarkan kejadian yang terjadi sama aku kemarin, kecuali adegan dimana ada cowok yang ngajak foto berdua. Maklumin ya kalau jelek.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s