Jealous

Taeyong (NCT) x Yeri (Red Velvet)

1132 words

***

Meski sudah berbulan-bulan pacaran, terkadang Yeri masih merasa cemburu terhadap perempuan-perempuan tertentu yang sering berada di sekitar Taeyong. Misalnya saja minggu lalu, ia melihat Taeyong sedang mengobrol dan tertawa bersama teman-teman perempuannya di depan kelasnya. Melihat itu membuatnya sedih dan kesal. Ia sendiri tidak tahu apakah sebenarnya ia masih boleh merasa cemburu seperti itu.

Masalahnya, tidak ada yang tahu kalau mereka berpacaran. Memang mereka sudah sepakat di awal bahwa tidak akan membocorkan ke orang lain bahwa mereka berpacaran. Alasannya: satu, Yeri tidak mau para senior alias teman seangkatan Taeyong menindas dirinya karena ia tahu banyak yang suka dengan pacarnya. Dua, orangtua Taeyong sebenarnya tidak mengizinkan dirinya untuk berpacaran sampai ia masuk kuliah.

Sore itu mereka melakukan kencan kecil di taman dekat rumah Yeri. Taeyong membuka bungkus nasi kepal yang ia beli tadi lalu memberikan ke Yeri.

“Bagaimana di sekolah tadi?” tanya Taeyong sambil membuka kaleng soda.

“Hmm, aku mendapat nilai ulangan matematika paling bagus di kelas,” jawab Yeri dengan bangga sebelum melahap nasi kepalnya.

“Serius?”

“Iya, dong!” jawab Yeri dengan senyuman lebar di wajahnya.

Taeyong tersenyum lalu mengelus kepala Yeri. “Yeri-ku memang selalu pintar.”

Yeri hanya tersenyum dan melanjutkan makan. Saat itu, ponsel Taeyong bergetar. Ia mengambil ponsel dari dalam saku celananya lalu menatap layar ponselnya selama beberapa saat, membuat Yeri ikut melihat ke layar ponselnya.

“Siapa?” tanya Yeri, pura-pura tidak tahu. Padahal ia sudah membaca nama orang yang menelepon Taeyong. Ia tahu itu adalah teman sekelasnya yang bernama Jungmi.

“Teman,” jawab Taeyong lalu menjawab telepon Jungmi.

Saat itu hati Yeri mulai gelisah. Ia tahu ia tidak seharusnya merasa seperti ini, namun ia tidak bisa mengelak. Setelah beberapa menit, Taeyong mematikan telepon. Ia menoleh dan melihat Yeri sedang menundukan kepala. Belum sempat ia bertanya kenapa, Yeri sudah menatapnya sambil tersenyum.

“Ada apa, oppa?” tanya Yeri.

“Hari ini Jungmi mengadakan pesta di rumahnya,” jawab Taeyong. “Dia memintaku untuk datang.”

“Oh,” Yeri kembali menunduk.

Taeyong yang menyadari tingkah Yeri yang aneh langsung mengelus rambut Yeri. “Kenapa?”

“Tidak,” jawab Yeri singkat.

Taeyong terdiam. Tidak biasanya Yeri seperti ini. Yeri selalu terlhat ceria di depannya. Kemudian ponselnya bergetar lagi. Ia segera melihat ponselnya yang mendapat pesan dari Jungmi.

Jangan lupa, jam 6!

Setelah membaca pesan dari Jungmi, Taeyong melirik ke jam yang berada di kanan atas layar ponselnya. Satu jam lagi, katanya dalam hati. Ia kembali menatap Yeri yang masih terlihat tidak bersemangat.

“Sepertinya kita harus pulang,” katanya dengan terpaksa.

Yeri menoleh dan menatapnya. “Kenapa cepat sekali?”

“Aku harus datang ke acara Jungmi,” jawab Taeyong sambil beranjak.

Raut wajah Yeri berubah jadi kesal. Di hatinya perasaan kesal dan sedih bercampur. Ia tahu bahwa seharusnya ia tidak boleh egois dan membiarkan Taeyong datang ke acara temannya, namun ia juga merasa sedih karena ia ingin menghabiskan banyak waktu bersama Taeyong.

“Ayo-“

Belum sempat Taeyong menyelesaikan kalimatnya, ia merasa sweaternya di tarik. Ia pun menoleh dan langsung melihat mata Yeri yang juga tengah melihatnya sambil menarik sweaternya.

“Bisakah kau tidak pergi, oppa?” tanya Yeri pelan. “Ayo habiskan hari ini denganku.”

Bibir Taeyong sedikit terbuka karena ia terkejut dan bingung melihat tingkah Yeri. Namun ia pun mengerti dan kembali duduk di samping Yeri lalu memeluknya. “Maaf,” ucap Taeyong, “Tenang saja, aku tidak akan pergi.”

Yeri tersenyum dan membalas pelukan Taeyong, namun ia tetap berhati-hati agar Taeyong tidak terkena nasi kepal yang ia pegang di tangan kanannya.

Tak lama kemudian, Taeyong melepas pelukannya dan tersenyum ke Yeri. “Habiskan dulu nasi kepalmu, setelah ini kita pergi.”

“Kemana?” tanya Yeri dengan semangat.

Taeyong mendekatkan bibirnya ke telinga Yeri. “Rahasia,” bisiknya. Yeri tertawa dan segera menghabiskan nasi kepalnya agar mereka bisa segera melanjutkan kencan kecil mereka.

Esoknya, Taeyong yang baru tiba di kelas langsung di hampiri oleh Jungmi. “Ya! Kenapa kau tidak datang kemarin?” tanyanya.

“Maaf, kemarin aku ada urusan,” jawab Taeyong sambil tersenyum paksa. Ia berjalan melewati gadis itu lalu duduk di tempatnya. Perkataan Yeri kemarin sebelum masuk ke rumahnya terus terulang di pikirannya.

“Oppa, maaf kalau aku egois, aku tidak bermaksud seperti itu. Jujur saja, terkadang aku merasa cemburu saat melihatmu bersama teman-teman perempuanmu.”

Taeyong menghela napas berat. Ia tidak menyangka Yeri berpikiran seperti itu selama ini. Ia juga hanya menganggap mereka sebagai teman, tidak lebih. Ia betul-betul bingung harus bagaimana sekarang.

Saat itu, Jungmi datang menghampirinya. Ia duduk berhadapan dengan Taeyong di kursi kosong depan meja laki-laki itu. “Tapi kau bilang kau bisa datang kemarin,” katanya dengan nada penuh aegyo.

“Itu urusan mendadak, oke? Aku tidak tahu itu akan terjadi,” balas Taeyong dengan nada kesal dan suara yang lumayan keras, membuat beberapa siswa lain menoleh kearahnya.

Jungmi yang melihat reaksi Taeyong hanya bisa menganga. Ia tidak menyangka akan di ‘serang’ Taeyong seperti itu. Taeyong mendesah kesal lalu memasang earphone di telinganya dan memutar lagu sekencang mungkin sampai ia tidak mendengar hal lain selain lagu yang ia dengar. Tiba-tiba, sebuah ide terlintas dipikirannya.

Beberapa jam kemudian saat bel pulang berbunyi, Taeyong memutuskan untuk melakukan ide yang muncul tadi pagi. Ia langsung memakai tasnya dan berlari ke lantai atas, tempat dimana kelas-kelas angkatan bawah berada. Ia berhenti di depan sebuah pintu kelas yang masih tertutup. Ia mengatur napasnya karena ia berlari sangat cepat tadi.

Pintu di buka dari dalam oleh seorang siswi dan ia terkejut melihat Taeyong yang berdiri disana. Taeyong tidak menghiraukan gadis itu dan melihat satu persatu orang di dalam kelas. Setelah matanya melihat Yeri yang tengah merapikan mejanya, ia segera masuk ke dalam kelas dan menghampiri Yeri. Ia tidak peduli dengan tatapan bingung murid-murid disana.

Melihat Taeyong berada di kelasnya membuat Yeri terkejut. “Oppa?” Yeri bertanya dengan spontan. Seluruh mata di kelasnya langsung menatapnya. “Uh, s-sunbae?”

Taeyong yang sudah berada di hadapan Yeri langsung menggenggam tangannya. Membuat orang-orang di kelas semakin terkejut. “Ayo pulang.”

“A-apa?” tanya Yeri, grogi. Ia bingung karena mereka sudah berjanji untuk tidak mengumbar hubungan mereka ke orang lain, tapi sekarang Taeyong malah melakukan sebaliknya.

“Ayo pulang,” Taeyong mengulang perkatannya sambil tersenyum.

Yeri tidak bertanya lagi dan langsung merapikan mejanya dengan cepat. Setelah itu ia beranjak dari kursinya dan Taeyong kembali menggenggam tangannya, lalu mereka pergi keluar kelas bersama. Beberapa murid di kelas Yeri menyoraki mereka dan Yeri hanya tersipu malu.

Saat berada di lobby sekolah, Jungmi yang melihat Taeyong tanpa menyadari keberadaan Yeri yang tertutup tubuh Taeyong langsung mendekat dan menyapa. “Taeyong!”

Taeyong hanya menatap Jungmi dan gadis itu pun akhirnya melihat Yeri. “Kalian pacaran?” tanyanya. Taeyong tidak menjawab, tapi ia hanya menunjukan genggaman tangannya dengan Yeri di hadapan Jungmi. Yeri hanya bisa menutup wajahnya dengan tangan lain. Setelah itu keduanya pergi, meninggalkan Jungmi yang masih tidak percaya dengan mereka.

“Maaf, oppa,” ucap Yeri saat mereka sudah lumayan jauh dari sekolah.

“Kenapa?” tanya Taeyong.

“Karena aku semua orang jadi tahu kalau kita…”

“Sstt,” Taeyong menempelkan jari telunjuknya di bibir Yeri. “Itu bukan salahmu, oke?”

“Tapi…”

Taeyong pun memeluk Yeri agar gadis itu diam. Dan benar saja, Yeri langsung terdiam. Taeyong pun tersenyum dan merasakan kehangatan Yeri.

***

the end.

author’s note: Yeri bukan cewek egois dan manja kok hihi xx

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s