Hujan

213 words * Betapa sialnya aku, pulang sekolah malah hujan deras dan aku tidak membawa payung. Seharusnya aku mendengarkan kata eomma tadi pagi yang menyuruhku membawa payung. Aku tidak melakukan itu karena tadi pagi sangat cerah dan aku tidak menyangka akan hujan pada sore harinya. Aku menghela napas saat melihat orang-orang dengan santainya berjalan pulang…

December Vibes: Winter Heat – Xiumin

510 words * “Your smile that you showed me was pretty. The past memories I wanted to keep forever.” * Minseok duduk di bangku taman yang sangat dingin. Ia tidak menghiraukan salju yang membuat dingin segalanya dan ia juga tidak menghiraukan dingin yang membekukan tangannya. Ia tetap merasakan kehangatan yang dibuat bangku taman ini. Di…

The Bet

343 words * “Pinjam pulpen, dong.” Juyeon yang sedang menyalin catatan pun mendongak setelah mendengar suara yang tidak asing di telinganya dan menatap Baekhyun sinis. “Mana pulpenku yang kemarin?” Baekhyun terdiam sambil memikirkan kejadian kemarin. “Ah, ketinggalan dirumah,” katanya sambil tersenyum konyol. “Kau bohong.” “Apa?!” seru Baekhyun, terkejut karena Juyeon menuduhnya berbohong. “Aku mengatakan yang…

Crazy

141 words * Kyungsoo mengernyit. Ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut Baekhyun. “Serius?” Baekhyun mengangguk mantap, meyakinkan Kyungsoo bahwa perkataannya benar. Dengan cepat Kyungsoo langsung menyingkirkan buku yang ia baca dari pangkuannya dan berjalan menuju jendela. Baekhyun pun membuntutinya. “Aneh banget, kan?” tanya Baekhyun sambil menunjuk ke seseorang di…

안아줘 (Hug Me)

287 words. * “Kita putus saja, ya.” Kata-kata yang keluar dari bibir gadis itu beberapa hari yang lalu terus terngiang-ngiang di otak Chanyeol. Sebagian besar memang kesalahan dirinya sehingga gadis itu berpikir bahwa Chanyeol tidak memperdulikannya. Tetapi, Chanyeol memiliki alasan. Mereka bisa saja duduk dan membicarakan kesalahan atau kekurangan masing-masing, namun gadis itu sudah tidak…

Hyung

539 words. * Jongin membuka matanya perlahan. Ia melihat cahaya matahari yang terhalang oleh gorden jendela. Ia pun menyadari bahwa hari sudah pagi, lalu melirik ke jam. Jam 7. Kemudian Jongin turun dari kasurnya dan pergi keluar kamar untuk memasak, karena hari ini adalah jadwalnya. Sambil menguap, Jongin mengambil empat telur dan beberapa sosis dari…

Savage

89 words * “Itu.” Sehun yang sedang tersenyum riang saat menyambut Minseok, langsung melihat arah yang ditunjuk hyungnya itu. Ia pun melihat Vivi sedang mengeluarkan kotorannya di pojok ruangan. “Sial,” Sehun langsung bergegas mengambil koran bekas dan sarung tangan. “Ugh, aku tidak percaya ini,” ucapnya sambil berjalan cepat menuju ‘ranjau’. “Sepertinya kau harus melatihnya,” kata Minseok…

Chanyeol’s Shirt

188 words * “Hyung! Kau lihat baju merahku?” Yixing yang sedang bermain game Pokémon di ponselnya menoleh untuk memastikan apakah Chanyeol bertanya pada dirinya, kemudian menggeleng. Chanyeol menghela nafas sebelum mencari lagi di lemarinya. Yixing memperhatikan Chanyeol selama beberapa detik dan kembali fokus pada ponselnya. Setelah memeriksa seluruh lemarinya, ia mulai berjalan menuju Yixing. “Hyung…” “Apa…

Unexpected

Aku x Jongin (and his new girlfriend whose name doesn’t mentioned here but it’s Soojung.) 449 words. * Hari itu adalah Minggu sore ketika aku dan teman-teman pergi ke pusat perbelanjaan di Seoul. Kita memutuskan untuk berpisah dan bertemu satu setengah jam lagi di lobby. Saat itu aku sedang berjalan untuk melihat-lihat baju dan tiba-tiba…

Wendy

Jongin x Wendy 768 words. * “Bukan begitu caranya,” Jongin menghela nafas. Ia mengambil benang dan jarum dari tangan Wendy. Gadis itu hanya diam sambil memperhatikan cara Jongin merajut. Dia tahu dia buruk dalam hal ini, tetapi ia terus berusaha membuat sesuatu dari segumpal benang. “Bagaimana bisa kau sangat mahir merajut? Kau kan laki-laki,” tanya…

First Snow

255 words. * “Oh, salju!” seru Baekhyun. Sehun menoleh dan menadahkan tangannya. Benar, salju pertama di tahun ini telah turun. “Haruskah kita membuat permohonan?” “Tidak, hyung. Salju tidak akan membuat permohonanmu jadi nyata.”

Pinky Promise

102 words * “Semangat hyung,” Tao memeluk Baekhyun, tangannya menepuk-nepuk punggungnya. Baekhyun melepas pelukan lalu duduk di sofa. Tao duduk di sebelahnya sambil menawarkan sebotol air putih, “terima kasih,” jawab Baekhyun sambil tersenyum. “Akhirnya kau senyum,” kata Tao, “Jangan murung lagi, ok?” Baekhyun mengangguk sambil membuka botol air putih lalu meneguknya. “Dengar, kalau kau murung…